Berita & Artikel

Berita & Informasi
Kalurahan Trimulyo

Update terkini seputar kegiatan dan informasi desa

Detail Berita

Sejarah

12 Februari 2026
Administrator
9 Kali Views
Sejarah

Asal-usul berdirinya desa ini berawal dari masa pemerintahan kerajaan kuno yang berkembang di wilayah Sumatra bagian selatan. Menurut cerita turun-temurun dari para tetua adat, daerah ini pada mulanya merupakan kawasan hutan rimba yang belum banyak dihuni oleh manusia. Sekitar abad ke-17, datanglah seorang tokoh yang dikenal dengan nama Datuk Surohadin, seorang perantau yang mencari tempat menetap sekaligus membuka lahan untuk bercocok tanam.

Dengan ketekunan dan semangat kebersamaan, beliau bersama beberapa keluarga pendatang mulai membuka hutan secara bertahap dan mengolahnya menjadi lahan pertanian serta permukiman sederhana. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pendatang yang tertarik menetap karena tanahnya subur dan sumber airnya melimpah. Dari sinilah kemudian terbentuk sebuah perkampungan kecil yang menjadi cikal bakal desa saat ini.

Nama desa konon diambil dari istilah dalam bahasa daerah setempat yang menggambarkan keadaan alam dan harapan masyarakatnya. Nama tersebut memiliki makna “tempat yang aman, damai, dan membawa kesejahteraan”, sebagai doa agar desa ini senantiasa diberkahi kehidupan yang tenteram dan hasil alam yang berlimpah.

Pada masa penjajahan, desa ini termasuk dalam wilayah administrasi yang berada di bawah pengawasan pemerintah kolonial. Meskipun demikian, masyarakat desa turut berperan dalam perjuangan kemerdekaan dengan cara memberikan perlindungan kepada pejuang serta membantu penyediaan kebutuhan logistik secara sembunyi-sembunyi. Setelah Indonesia merdeka, desa ini secara resmi menjadi bagian dari pemerintahan daerah dan mulai mengalami perkembangan di berbagai sektor.

Seiring berjalannya waktu, sistem pemerintahan desa mengalami perubahan. Dari kepemimpinan adat yang dipimpin oleh tokoh masyarakat, kemudian berkembang menjadi sistem pemerintahan desa modern yang dipimpin oleh kepala desa melalui pemilihan langsung oleh warga.

Hingga kini, desa ini terus berkembang menjadi kawasan permukiman yang semakin maju, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Tradisi gotong royong, upacara adat, serta penghormatan terhadap tokoh pendiri desa masih dijaga sebagai bagian dari identitas dan rasa syukur atas perjuangan para leluhur.

Artikel ini merupakan contoh. Silakan melakukan pembaruan informasi sesuai kebutuhan.

Komentar

Tinggalkan Komentar

Captcha

Arsip Artikel

Terbaru Populer Acak

Agenda

Terjadwal Sebelumnya

Belum ada agenda

Sinergi Program

Belum ada program sinergi

Galeri

Belum ada galeri

Komentar

Peta Wilayah Kalurahan

Buka Peta

Peta Lokasi Kantor

Statistik Pengunjung

Hari Ini

48

Kemarin

6

Total

451


IP Address

216.73.216.149

Browser

Mozilla 5.0

Sistem Operasi

Unknown Platform